Jenis – Jenis Polietilen Glikol ( PEG ) dan Kegunaannya.

 Polietilen Glikol  ( PEG )

          Banyak orang menulis tentang Poli Etilen Glikol (PEG) atau disebut juga Polietilen oksida ( PEO ) dan Polioksi Etilen ( POE), tetapi kebanyakan situs yang ada isinya ya itu-itu juga. Nah tulisan ini mengupas sisi lain dari PEG dari sisi farmasi yang saya ketahui sebagai seorang apoteker. So bagi teman-teman yang masih kuliah dan seorang formulator dipabrik farmasi, semoga tulisan ini memberi wawasan yang lebih tentang PEG dari apa yang dipelajari di bangku kuliah.

          Pertama kita harus tahu terlebih dahulu apa itu PEG. Secara definisi PEG adalah suatu polimer yang terdiri dari beberapa ikatan monomer. Mononer itu sendiri secara bahasa (1) adalah suatu senyawa yang dapat dipolimerisasi 

 Image
          Sedangkan menurut kamus kesehatan (2), Monomer adalah molekul sederhana dan kecil yang menjadi penyusun molekul dan senyawa yang lebih besar dan kompleks. Menurut wikipedia indonesia (3) Monomer berasal dari bahasa Yunani mono “satu” dan meros “bagian”) adalah struktur molekul yang dapat berikatan secara kimia dengan monomer lainnya untuk menyusun molekul polimer yang panjang dan berulang-ulang. Monomer dapat berupa hidrokarbongulaasam amino, atau asam lemak.

          Sedangkan Polimer adalah molekul raksasa (makromolekul) yang merupakan gabungan dari monomer – monomer. Polimer mempunyai massa molekul relatif yang sangat besar, yaitu sekitar 500-10.000 kali berat molekul unit ulangnya. istilah polimer berasal dari bahasa yunani, polys = banyak dan meros = bagian, yang berarti banyak bagian atau banyak monomer. Gabungan monomer ini dapat berupa ikatan lurus atau bercabang. Masih inget kan bentuk ikatan ini???

 
Penggolongan polimer berdasarkan asalnya :
  1. polimer alam                    : yang berada dialam dan berasal dari mahkluk hidup
  2. polimer sintesis / buatan : polimer yang tidak terdapat di alam dan harus dibuat terlebih dahulu oleh manusia.         

         Polietilen glikol (PEG) termasuk kedalam golongan polimer sintesis. PEG mempunyai kelarutan yang baik dalam air dan kesamaan secara struktur kimia karena adanya gugus hidroksil primer pada ujung rantai polieter yang mengandung oksietilen (-CH2-CH2-O- ). PEG mempunyai sifat stabil, mudah larut dalam air hangat, tidak beracun, non-korosif, tidak berbau, tidak berwarna, memiliki titik lebur yang sangat tinggi (580°F), tersebar merata, higoskopik ( mudah menguap ) dan juga dapat mengikat pigmen. Pemerian PEG berupa putih seperti lilin yang menyerupai paraffin. Berupa bentuk padat dalam pada suhu kamar,mencair pada suhu 104°F, memiliki berat molekul rata-rata 1000.(4)

 

           PEG ini banyak sekali manfaatnya dalam kehidupan sehari hari-hari kita seperti campuran cat, tinta, kosmetik, perlengkapan mandi, industri kertas, kulit, karet dll. Tapi untuk bahasan kali ini kita fokuskan kepada manfaatnya di dunia kefarmasian. 

           Dalam dunia farmasi, PEG ini digunakan untuk melarutkan obat-obat ( zat aktif / active pharma ingredient / API ) yang tidak larut dalam air. Pengunaan PEG sebagai pelarut juga dapat meningkatkan distribusi ( penyebaran ) obat didalam tubuh manusia. Lalu kenapa kok bisa meningkatkan distribusi obat dalam tubuh manusia.

           Tenang-tenang, sabar jawabannya ada dibagian bawah artikel ini. Pertama-tama kita harus mengetahui dulu berbagai jenis-jenis PEG yang ada dipasaran yang biasa digunakan dalam dunia farmasi. PEG ada yang berupa cairan maupun padat tergantung dari berat molekul (BM) dari PEG itu sendiri. 

          Semakin besar nilai BM PEG makan akan semakin padat PEG tersebut dan sebaliknya. PEG berdasarkan berat molekulnya dibagi menjadi:PEG 200, 400, 600, 1000, 1500, 1540, 3350, 4000, 6000, 8000 dan diatas 100.00 sampai dengan 300.000. PEG dengan BM dibawah 1000 beruapa cairan jernih tidak berwarna, PEG dengan BM 1000-1500 berupa semi padat. PEG 3000-20.000 berupa padatan semi kristalin. diatas 100.000 berupa resin pada suhu kamar. So PEG semakin meningkat kekerasannya dengan bertambah besarnya BM.

          Umumnya PEG dengan bobot molekul 1500-20000 yang digunakan untuk pembuatan dispersi padat. Sedangkan Untuk PEG dibawah 1500 digunakan dalam dispersi cair. (Leuner and Dressman, 2000; Weller, 2003)
       
          Nah jawaban kenapa PEG dapat meningkatkan kelarutan obat dikarenakan sifat PEG yang sangat efektif dilingkungan yang berair dan membentuk dua fase sistem polimer yang berbeda. Ketika PEG melekat pada molekul polimer lain dapat mempengaruhi sifat kimia dan kelarutan molekul obat sehingga mudah larut dalam cairan tubuh. Jika obat mudah larut dalam cairan tubuh, maka otomatis obat akan terdistribusi secara merata dalam tubuh.( 5 ).

          Dalam farmakokinetik PEG ini berfungsi untuk meningkatkan absorpsi dan disolusi suatu zat aktif yang sukar larut dalam air. Obat-obat yang mempunyai kelarutan kecil dalam air, laju pelarutan sering kali merupakan tahap yang paling lambat, oleh karena itu mengakibatkan terjadinya efek penentu kecepatan terhadap bioavailabilitas obat. Tahap yang paling lambat didalam suatu rangkaian proses kinetik disebut tahap penentu kecepatan (rate-limiting step) (Shargel et al., 1999).

 

           Beberapa penelitian telah membuktikan kegunaan PEG ini. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Andalas menunjukkan bahwa penggunaan PEG 6000, dapat meningkatkan disolusi Griseofulvin dalam bentuk dispersi padat dalam bentuk sediaan padat/tablet. ( 6 ). Begitu pula penelitian oleh peneliti UGM yang menunjukkan bahwa absorpsi Piroksikam dalam meningkat dengan penambahan PEG 400 dengan campuran dengan tween 80 dalam sedian dispersi cair (7)
           
          Penjelasan saya diatas memperlihatkan kegunaan yang begitu luas dari Polietilen Glikol ( PEG ) ini. So buat mahasiswa yang sedang dalam penelitian dalam membuat formulasi yang zat aktifnya sukar larut dalam air dapat menggunakan PEG dalam formulasinya sesuai dengan jenis sediaan yang akan dibuat, maupun para formulator yang ada di pabrik-pabrik farmasi di indonesia khususnya , maupun di luar negri.

semoga artikel ini bermanfaat.

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s